PENERAPAN PIJAT OKSITOSIN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI ASI PADA IBU POST PARTUM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANDA SAKTI LHOKSEUMAWE

Authors

  • Lasmina Lumban Gaol Akper Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe
  • Erna Masdiana Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe
  • Usti Julita Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe
  • Devi Aprilia Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

DOI:

https://doi.org/10.58435/jka.v4i1.155

Keywords:

Ibu Melahirkan, Pijat Oksitosin, Menyusui

Abstract

Setiap ibu setelah melahirkan menghasilkan Air Susu Ibu (ASI) yang merupakan pangan kompleks sebab terdapat zat-zat gizi lengkap,..yang merupakan nutrisi ideal untuk menunjang kesehatan, pertumbuhan dan perkembangan bayi secara optimal. Menurut WHO (2020),”di Indonesia hanya 1 dari 2 bayi yang terdata berusia di bawah 6 bulan yang mendapatkan ASI,..dimana..hampir setengah dari seluruh anak Indonesia tidak mendapat gizi yang butuhkan sejak dua tahun pertama kehidupan. Lebih dari 40% bayi diberikan makanan pendamping ASI terlalu dini yaitu”sebelum”mereka..mencapai usia 6 bulan. Cakupan bayi mendapatkan ASI eksklusif di Indonesia yaitu sebesar 76,46%. Tujuan kegiatan adalah”menerapkan pijat oksitosin untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu post partum di Wilayah Kerja Puskesmas Banda Sakti Lhokseumawe.”Kegiatan ini berbentuk deskriptif dengan desain studi kasus. Penelitian ini menggunakan 10 ibu nifas/post partum. Teknik..pengambilan data yang digunakan meliputi teknik wawancara, observasi dan pemeriksaan fisik, serta studi dokumentasi. Penerapan pijat oksitosin diberikan pada ibu-ibu menyusui dan dilakukan evaluasi pengaruh pijat oksitosin tersebut satu minggu setelah dilakukan.”Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden melakukan penerapan ulang pijat oksitosin di rumah (80%), hal ini sejalan dengan jumlah ibu yang mengalami peningkatan produksi ASI (70%). 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Almatsier, S. (2011). Gizi Seimbang Dalam Daur Kehidupan. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Ambarwati, ER., Wulandari, Diah. (2009). Asuhan Kebidanan Nifas. Mitra Cendekia Press, Yogyakarta.

Annah. (2022). Keluarga Berencana. Bina Pusaka.

Bagaray, E. F., Langi, F. F. G., & Posangi, J.(2020). Determinan Pemberian Asi Eksklusif 24 Jam Terakhir Pada Bayi Umur 0 Sampai 6 Bulan Di Indonesia. KESMAS, 9(4).

Badan Pusat Statistik.(2024). Persentase Bayi Usia Kurang Dari 6 Bulan Yang Mendapatkan Asi Eksklusif Menurut Provinsi (Persen), 2021-2023. Diakses 21 April 2024. https://www.bps.go.id/id/statistics- table/2/MTM0MCMy/persentase-bayi-usia-kurang-dari-6-bulan-yang- mendapatkan-asi-eksklusif-menurut-provinsi.html

Cox, S. (2006). Breastfeeding With Confidence : Panduan untuk Belajar Menyusui dengan Percaya Diri (Gracimia, Penerjemah). Jakarta. Gramedia.

Mardiyaningsih E. (2010). Efektifitas Kombinasi Teknik Marmet Dan Pijat Oksitosin Terhadap Produksi Asi Ibu Post Seksio Sesareadi Rumah Sakit Wilayah Jawa Tengah Tahun 2010.

Mexitalia, M. (2010). ASI sebagai Pencegah Malnutrisi pada Bayi, Suradi, R., Indonesia Menyusui.Ikatan Dokter Anak Indonesia

Siregar, A. (2004). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemberian ASI Oleh Ibu Melahirkan.Bagian Gizi Kesehatan Masyarakat.FKM Universitas Sumatera Utara. Digitized by USU Digital Library (Online), (http://www.library.usu.ac.id)

Trisnawati, Ni Kadek. (2023). Gambaran Asuhan Keperawatan Prosedur Perawatan Payudara Untuk Mengatasi Menyusui Tidak Efektif Pada Ibu Post Seksio Sesaria: 8–30.

Downloads

Published

2025-05-20

How to Cite

Lasmina Lumban Gaol, Masdiana, E., Julita, U., & Aprilia, D. (2025). PENERAPAN PIJAT OKSITOSIN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI ASI PADA IBU POST PARTUM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANDA SAKTI LHOKSEUMAWE. Jurnal Kesehatan Akimal, 4(1), 91–96. https://doi.org/10.58435/jka.v4i1.155

Similar Articles

1 2 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2