PENGARUH MEDIA VIDEO ANIMASI TERHADAP PENGETAHUAN PERAWATAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA SISWA KELAS IV SD
DOI:
https://doi.org/10.58435/jka.v5i1.215Keywords:
Animated_Video, Knowledge, Oral_Health, Elementary_School_Students.Abstract
Masalah kesehatan gigi dan mulut pada anak usia sekolah masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang perlu mendapat perhatian, terutama karena rendahnya pengetahuan dan kebiasaan anak dalam menjaga kebersihan gigi. Kondisi ini terlihat dari masih tingginya prevalensi masalah gigi dan mulut pada penduduk usia 3 tahun ke atas yang mencapai 57%, sementara perilaku menyikat gigi dengan benar dua kali sehari masih kurang dari 7%. Rendahnya pemahaman anak mengenai kebersihan gigi dapat meningkatkan risiko terjadinya karies, gangguan gusi, nyeri gigi, serta menurunkan kenyamanan dan konsentrasi belajar. Oleh karena itu, diperlukan media edukasi yang menarik, mudah dipahami, dan sesuai dengan karakteristik anak sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media video animasi terhadap peningkatan pengetahuan kebersihan gigi pada siswa kelas IV di SD Negeri 3 Meulaboh. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 44 siswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Intervensi diberikan dalam bentuk video animasi berdurasi 4–5 menit yang ditayangkan dua kali seminggu selama dua minggu. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan siswa setelah diberikan edukasi melalui video animasi, dengan nilai signifikansi p = 0,001 atau p < 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa media video animasi berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan kebersihan gigi siswa. Video animasi dapat direkomendasikan sebagai media edukasi kreatif, komunikatif, dan efektif dalam promosi kesehatan gigi di lingkungan sekolah dasar.
Downloads
References
Aljafari, A., dkk. (2021). Effectiveness of animated video education on oral hygiene knowledge among school children: A randomized study. International. Journal of Paediatric Dentistry.
Anggraini, N. (2020). Efektivitas media audiovisual dalam peningkatan pengetahuan kesehatan pada anak usia sekolah. Jurnal Pendidikan Kesehatan Anak, 8(2), 45–52.
Anggreini, I. S., Muhyi, M., Ketut, I., & Suratno, S. (2023). Hakikat ilmu dan pengetahuan dalam kajian filsafat ilmu. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(17), 396-402.
Apriansyah, M. R., Sambowo, K. A., & Maulana, A. (2020). Pengembangan media pembelajaran video berbasis animasi mata kuliah ilmu bahan bangunan di Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta. Jurnal PenSil, 9(1), 9-18.
Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat. (2024). Profil Kesehatan Kabupaten Aceh Barat Tahun 2024. Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat.
Dinas Kesehatan Provinsi Aceh. (2022). Profil Kesehatan Provinsi Aceh Tahun 2022. Dinas Kesehatan Provinsi Aceh.
Imamah, N., dkk. (2023). Efektivitas media video animasi terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada anak sekolah dasar. Jurnal Kesehatan Gigi.
Jelita, T. I. (2021). Pengaruh penyuluhan dengan metode pemutaran video animasi secara virtual terhadap tingkat pengetahuan menyikat gigi anak kelas 5 SD. Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM), 2(2), 41-44.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Hasil Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI.
Lestari, R. (2021). Pengaruh video animasi kesehatan gigi terhadap peningkatan pengetahuan dan praktik menyikat gigi anak SD. Jurnal Promosi Kesehatan, 9(1), 33–40.
Ningsih, R., dkk. (2024). Pengaruh media audiovisual (video animasi) terhadap pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada siswa sekolah dasar. Jurnal Ilmiah Keperawatan.
Nurmayani, N., Ketaren, M. A., Purba, Y. A., Siagian, E. A., & Siregar, A. (2025, July 1). Penggunaan video pembelajaran berbasis animasi dalam meningkatkan daya ingat siswa SD. Jurnal Pendidikan Inovatif, 7(3), 410 413.
Piaget, J. (1952). The Origins of Intelligence in Children. New York: International Universities Press.
Pratiwi, H., dkk. (2025). Parental knowledge and dental caries in children. International Journal of Advanced Health Science and Technology.
Rini, W. N. E., dkk. (2024). Dental caries prevention education in children. Universitas Jambi.
Rusmiati, R., Andriyani, D., Sukarsih, S., Herawati, N., Utami, N. K., Sutmo, B., Boy, H., Jumriani, J., Fankari, F., Hadi, S., Surayah, S., Ulfah, S. F., Razi, P., Ramadhan, E. S., Mardian, A., Febrianti, S., Riyadi, S., Halid, I., & Krisyudhanti, E. (2023). Pengantar Kesehatan Gigi dan Mulut. Poltekkes Kemenkes Jambi.
World Health Organization. (2022). Global Oral Health Status Report: Towards Universal Health Coverage For Oral Health by 2030. World Health Organization.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 ORITA SATRIA, Siti Damayanti, Niatul Maulida Ajasni, Fitri Apriani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal the right of first publication, and this work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
All articles in this journal may be disseminated by listing valid sources, and the title of the article should not be omitted. The content of the article is liable to the author.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
In the dissemination of articles, the author must declare the Jurnal Kesehatan Akimal as the first party to publish the article.











