Efektifitas Latihan Fisik Terhadap Kestabilan Kadar Glukosa Darah Pada Lansia Dengan Diabetes Melitus Tipe II

Penulis

  • Isma Sawitri Akademi Keperawatan Yappkes Aceh Singkil
  • Sabrina Sabrina Akademi Keperawatan Yappkes Aceh Singkil
  • Novita Sari Akademi Keperawatan Yappkes Aceh Singkil

DOI:

https://doi.org/10.58435/jka.v2i2.48

Kata Kunci:

Latihan Fisik, Kestabilan, Kadar Glukosa Darah, Penderita DM

Abstrak

Diabetes Melitus adalah salah satu gangguan metabolik dengan karakteristik hiperglikemi karena kelainan kelainan insulin yang disebabkan gangguan kerja dan atau sekresi insulin. DM tipe 2 merupakan 90% dari seluruh kategori diabetes melitus. Lansia secara alami juga akan menghadapi masalah yaitu dimana perburukan kondisi kesehatan. Salah satu penyakit yang menyertai lansia adalah Diabetes Melitus. Peningkatan DM yang cukup tinggi berhubungan dengan adanya perubahan gaya hidup, Faktor yang paling menonjol adalah pola makan yang salah, dan aktifitas fisik yang kurang. Gaya hidup yang kurang sehat merupakan salah satu faktor terjadinya diabetes melitus tipe 2, terutama pola makan tidak sehat dan aktifitas fisik yang kurang. Kedua faktor tersebut dapat menyebabkan peningkatan glukosa darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana mendeskripsikan latihan fisik untuk menstabilkan kadar glukosa darah. Metode penelitian ini dengan menggunakan rancangan studi kasus pada satu orang subjek lansia yang mengalami DM tipe 2. Penelitian ini dilakukan di Desa Lae Nipe pada tanggal 03 April 2023. Hasil penelitian setelah melakukan efektifitas latihan fisik terhadap kestabilan kadar glukosa darah didapatkan kadar gula darah menurun. hasil studi kasus menunjukkan bahwa efektifitas latihan fisik berjalan kaki dapat menstabilkan kadar glukosa darah pada lansia dengan DM tipe 2. Hasil penelitian studi kasus ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat dan dapat mengaplikasikan dikehidupan sehari – hari.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

ADA. 2018. Diabetes Association. Diakses pada tanggal 10 desember 2023 dari https://respository.ejurnal.unila.ac.id

Adhitya prawirasatra dkk. 2017. Pola Makan Yang Tidak Terkontrol. Diakses pada tanggal 13 desember 2023 dari https://respository.ejurnal.ac.id

Ambardini. 2014. Pembinaan Fisik Lansia Melalui Aktivitas Olahraga Jalan Kaki Jurnal Media Ilmu Keolahragaan Indonesia ISSN 2088-6802. Diakses pada tanggal 12 desember 2023 dari https://ejurnal.media.file.upi.edu.ac.id

Anggeria. 2019. Kadar Gula Yang Tinggi Dalam Darah (Hiperglikemia). Diakses pada tanggal 9 desember 2023 dari https://ejurnal.media.ac.id

Arisma et al. 2017. Usia Rentan Pada DM tipe 2. Diakses pada tanggal 10 desember 2023 dari https://respository.unila.ac.id

Ayu dkk. 2018. Penatalaksanaan Diabetes Melitus Tipe 2. Diakses pada tanggal 8 desember 2023 dari https://ejurnal.media.ac.id

Benny. 2016. Kadar Glukosa Darah Sewaktu pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Diakses pada tanggal 12 desember 2023 dari http://respository.ejurnal.unila.ic.ad

Betteng et al. 2014. Penderita DM tipe 2. Diakses pada tanggal 9 desember 2023 dari https://ejurnal.ac.id

Capernito. 2009. Diagnosa keperawatan. Diakses pada tanggal 6 desember 2023 dari https://respository.NANDA.unila.ac.id

Dalimartha. 2005. Penyakit DM salah satunya dapat disesbabkan oleh pola makan. Diakses pada tanggal 10 desember 2023 dari https://ejurnal.ac.id

Depkes. 2015. Profil Kesehatan Indonesia. Diakses pada tanggal 14 desember 2023 dari https://www.depkes.go.id

Dermawan. 2012. Rencana keperawatan. Diakses pada tanggal 6 desember 2023 dari https://respository.askepindonesia.ac.id

Deswani. 2009. Evaluasi keperawatan. Diakses pada tanggal 6 desember 2023 dari https://respository.asuhankeperawatan.unila.ac.ic

Duke university. 2008. Pola makan pada pasien DM tipe 2. Diakses pada tanggal 12 desember 2023 dari https://ejurnal.respository.university.ac.id

Endra. 2016. Faktor lingkungan dan faktor gaya hidup akan saling mempengaruhi. Diakses pada tanggal 12 desember 2023 dari https://diabetes.unila.ac.id

Fatimah. 2015. Pengaruh faktor genetik terhadap penyakit. Diakses pada tanggal 11 desember 2023 dari https://respository.unila.ac.id.

Fatmah. 2010. Keperawatan Medikal Bedah Gangguan Sistem Endokrin CV Trans Info Media. Diakses pada tanggal 12 desember 2023 dari https://ejurnal.media.ac.id

Fitria. 2010. Diabetes worldwide in 2021 In Interntional Diabetes Federation. Diakses pada tanggal 12 desember 2023 dari https://diabetesatlas.ic.ad

Heru supriyanto et al. 2023. Pengaruh aktifitas fisik pada pasien DM tipe 2. Diakses pada tanggal 14 desember 2023 dari https://ejurnal.ac.id

Ilmah dkk 2015. Ketepatan waktu dalam pemberian makanan. Diakses pada tanggal 11 desember 2023 dari https://ejurnal.ilmubiomedik.acc.id

Isrofah dkk. 2015. Penderita DM tipe II dapat berolahraga seperti jalan kaki. Diakses pada tanggal 15 desember 2023 dari https://ejurnal.unila.ac.id

Jilao. 2017. Kerusakan sel beta pankreas. Diakses pada tanggal 8 desember 2023 dari https://ejurnal.respostory.ac.id

Kemenkes. 2020. Diagnosis and clasification of diabetes melitus. Diakses Pada tanggal 10 desember 2023 dari https://respository.unila.ac.id

Kowalak. 2011. Gejala diabetes melitus. Diakses pada tanggal 6 desember 2023 dari https://ejurnal.ac.id

Lailatul lathifah. 2017. Usia lansia yang rentan terkena DM tipe 2. Diakses pada tanggal 12 desember 2023 dari https://ejurnal.ilmubiomedik.ac.id

Lyer et al. 1996. Pengkajian pendekatan sistematis. Diakses pada tanggal 5 desember 2023 dari https://respository.asuhankeperawatanSDKI.ac.id

Manurung. 2011. Pengkajian adalah pemikiran dasar dari proses keperawatan. Diakses pada tanggal 5 desember 2023 dari https://respository.pengkajian.keperawatan.ac.id

Niven. 2002. Ketidakpatuhan dipengaruhi oleh factor. Diakses pada tanggal 14 desember 2023 dari https://respository.unila.ac.id

Noor et al. 2018. Ketidakpatuhan penderita DM tipe 2 terhadap pengaturan pola makan. Diakses pada tanggal 16 desember 2023 dari https://ejurnal.unila.ac.id

Nugroho. 2015. Comment on American Diabetes Association Standards of Medical Care in Diabetes 2017 Diabetes Care 2017 Diabetes care. Diakses pada tanggal 9 desember 2023 dari https://ejurnal.diabetescare.ac.id

Nursalam. 2016. Metode studi kasus. Diakses pada tanggal 10 desember 2023 dari https://respository.penelitiandeskriptif.ac.id

P. moghetti et al. 2020. Pengaruh latihan fisik terhadap DM tipe 2. Diakses pada tanggal 14 desember 2023 dari https://ejurnal.unila.ac.id

PERKENI. 2015. Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia in Perkumpulan Endokrinologi Indonesia perkeni. Diakses pada tanggal 14 desember 2023 dari https://caiherang.com/wp-content/uploads/2019/10/Konsensus-DMT2- Perkeni-2015.pdf

Rehmeita. 2017. Pengaruh Jalan Kaki Ringan 30 Menit terhadap Penurunan Kadar Gula Darah pada Lansia Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 strada Jurnal Ilmiah Kesehatan. Diakses pada tanggal 12 desember 2023 dari https://respository.ejurnal.ilmiah.ic.ad

Riskesdas. 2016. Data dan Informasi Profil Kesehatan Indonesia Jakarta Kemenkes RI Badan Pusat Statistik Indonesia Jakarta. Diakses pada tanggal 13 desember 2023 dari https://profilkesehatanindonesia.ac.id

Riyadi. 2010. Implementasi keperawatan/pelaksanaan rencana keperawatan Diakses pada tanggal 6 desember 2023 dari https://respository.SDKI.indonesia.ac.id

Schteingart. 2019. Hubungan Faktor Risiko dengan Kejadian Diabetes Mellitus Jurnal Keperawatan. Diakses pada tanggal 11 desember 2023 dari http://respository.ejurnal.ic.ad

Setiadi. 2012. Pengkajian/proses pengumpulan data. Diakses pada tanggal 5 desember 2023 dari https://respository.askep.unila.ac.id.

Setiadi. 2015. Fokus studi kasus. Diakses pada tanggal 10 desember 2023 dari https://respository.unila.ac.id

Sihombing tumangger. 2021. Situasi Lanjut Usia (Lansia) di Indonesia Infodatin Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ISSN 2442-7659. Diakses pada tanggal 15 desember 2023. dari https://ejurnal.kemenkes.indonesia.ac.id

Smeltzer et al. 2013. Tanda dan gejala diabetes melitus. Diakses pada tanggal 6 desember 2023 dari https://respository.ejurnal.diabetesmelitus.ac.id

Subroto. 2006. Kadar glukosa dalam darah. Diakses pada tanggal 15 desember 2023 dari https://ejurnal.respository.unila.ac.id

Sugiyono. 2015. Defenisi operasional variabel penelitian. Diakses pada tanggal 10 desember 2023 dari https://respository.unila.ac.id

Suwarma al muchtar. 2015. Tempat dan waktu penelitian. Diakses pada tanggal 10 desember 2023 dari https://respository.unila.ac.id

Tim Pokja SDKI DPP PPNI. 2016. Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (Tim Pokja) SDKI DPP PPNI DPP PPNI. Diakses pada tanggal 7 desember 2023 dari https://ejurnal.respository.ac.id

Utami dkk. 2003. Penurunan pada hormone insulin. Diakses pada tanggal 13 desember 2023 dari https://respository.ac.id

WHO. (2013). Statistik Penduduk Lanjut Usia. Diaksespada tanggal 14 desember 2023 dari httpswww.bps.go.id

Yin. 2011. Pengumpulan data. Diakses pada tanggal 11 desember 2023 dari https://respository.ac.id

Diterbitkan

2024-09-04

Cara Mengutip

Sawitri, I. ., Sabrina, . S., & Sari, . N. (2024). Efektifitas Latihan Fisik Terhadap Kestabilan Kadar Glukosa Darah Pada Lansia Dengan Diabetes Melitus Tipe II . Jurnal Kesehatan Akimal, 2(2). https://doi.org/10.58435/jka.v2i2.48

Artikel Serupa

1 2 3 4 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.