DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP PENGENDALIAN KGD LANJUT USIA DENGAN DIABETES MELLITUS PUSKESMAS MUARA SATU KOTA LHOKSEUMAWE
DOI:
https://doi.org/10.58435/jka.v4i1.151Kata Kunci:
Peran keluarga, KGD, Penderita DM, Lanjut UsiaAbstrak
Menurut data yang dikumpulkan oleh Organisasi Internasional Diabetes Federation (IDF), pada tahun 2019, setidaknya 463 juta orang pada usia 20 hingga 79 tahun di seluruh dunia menderita diabetes, yang merupakan 9,3% dari total populasi pada usia yang sama. Peningkatan harga diri pasien sangat dipengaruhi oleh dukungan keluarga. Keluarga yang lebih memahami tentang diabetes mellitus semakin memahami cara menyediakan diet DM secara teratur kepada anggota keluarga mereka. Tujuan penelitian ini untuk menentukan hubungan peran keluarga terhadap mengontrol KGD pasien diabetes mellitus yang lebih tua. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dengan pendekatan semi-terstruktur dengan peserta. Penelitian ini melibatkan 7 orang sebagai sampel atau informan, termasuk 3 keluarga yang memiliki warga lanjut usia yang menderita DM, serta 3 pasien mereka yang berada di wilayah Puskesmas Muara. Salah satu informan penting dalam penelitian ini adalah satu orang. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat tujuh tema, yaitu (1) keinginan keluarga untuk sembuh dari penyakit, (2) tempat yang membantu pasien sembuh, (3) pengaturan diet DM oleh keluarga, (4) tantangan untuk sembuh, (5) Pengetahuan keluarga terhadap dampak pendidikan kesehatan, (6)waktu minum obat pasien, dan (7) jadwal latihan fisik pasien. Pentingnya memberikan dukungan dan pemahaman kepada keluarga dalam mengelola diabetes mellitus pada orang tua, serta mengidentifikasi area di mana intervensi keluarga yang lebih terfokus dapat berhasil. Dokter dan perawat yang mempunyai ketrampilan dan pengetahuan dalam merawat pasien DM adalah informan penting lainnya yang dapat digunakan oleh peneliti di masa depan.
Unduhan
Referensi
Antoro, B., Nurdiansyah, E., & Sari, K. (2023). Dukungan keluarga dan peran perawat terhadap kepatuhan kontrol kadar gula darah. Media Husada Journal of Nursing Science, 4(2), 63–70. https://doi.org/10.33475/mhjns.v4i2.128
Aristawati, E., & Puspitasari, R. A. H. (2020). Peran pendampingan keluarga dalam senam diabetes pada penderita diabetes di Puskesmas Sekargadung. Jurnal Ilmiah Keperawatan STIKES Hang Tuah Surabaya, 15(1), 107–114. https://doi.org/10.30643/jiksht.v15i1.91
Dinas Kesehatan Provinsi Aceh. (2021). Profil Kesehatan Aceh Tahun 2021. Banda Aceh: Dinas Kesehatan Provinsi Aceh.
Emmelia, R. (2022). Asuhan keperawatan gerontik. Pustaka Baru Press.
Fajrian Noor, M., Asmiati, A., & Pusparina, I. (2022). Hubungan peran keluarga dengan motivasi pasien diabetes mellitus dalam kontrol kadar gula darah. JoIN: Journal of Intan Nursing, 1(1), 23–27. https://doi.org/10.54004/join.v1i1.54
International Diabetes Federation. (2019). IDF Diabetes Atlas (9th ed.). Belgium: IDF.
Kadek, N., Eva, D., Tasalim, R., Eka, C., & Tjomiadi, F. (2023). Gambaran pola makan, aktivitas dan peran keluarga pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas Sungai Tabuk 2. Caring Nursing Journal, 7(1), 13–21.
Kiik, S. M., Sahar, J., & Permatasari, H. (2018). Peningkatan kualitas hidup lanjut usia (lansia) di Kota Depok dengan latihan keseimbangan. Jurnal Keperawatan Indonesia, 21(2), 109–116. https://doi.org/10.7454/jki.v21i2.584
Lestari, Z., Zulkarnain, & Sijid, S. A. (2021). Diabetes melitus: Review etiologi, patofisiologi, gejala, penyebab, cara pemeriksaan, cara pengobatan dan cara pencegahan. UIN Alauddin Makassar, 237–241. http://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/psb
Nurhandayani, F. (2022). Optimalisasi fungsi keluarga dalam pencegahan fenomena kehamilan yang tidak diinginkan pada remaja. Comm-Edu (Community Education Journal), 5(1), 9. https://doi.org/10.22460/comm-edu.v5i1.10550
P. W. (2022). Hubungan pola makan dan aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Manggis I. Jurnal Riset Kesehatan Nasional, 6(2), 79–87. https://doi.org/10.37294/jrkn.v6i2.350
Rahmi, H., Malini, H., & Huriani, E. (2020). Peran dukungan keluarga dalam menurunkan diabetes distress pada pasien diabetes mellitus tipe II. Jurnal Kesehatan Andalas, 8(4), 127. https://doi.org/10.25077/jka.v8i4.1129
Ramadhani, N. F., Siregar, K. N., Adrian, V., Sari, I. R., & Hikmahrachim, H. G. (2022). Hubungan aktivitas fisik dengan diabetes mellitus pada wanita usia 20–25 di DKI Jakarta (Analisis data Posbindu PTM 2019). Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan, 2(. https://doi.org/10.51181/bikfokes.v2i2.5820
Saputra, W. E., Sadguna, D. N., & Widari, D. A. P. N. (2021). Penguatan peran keluarga dalam pencapaian target regulasi gula darah pasien diabetes melitus di RS Sanjiwani. WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan, 5(2),.https://doi.org/10.22225/wicaksana.5.2.2021.52-57
Widiasari, K. R., Wijaya, I. M. K., & Suputra, P. A. (2021). Diabetes mellitus tipe 2: Faktor risiko, diagnosis, dan tatalaksana. Ganesha Medicine, 1(2), 114.https://doi.org/10.23887/gm.v1i2.40006
Yusnita, Y., & Lestari, A. (2020). Hubungan pengetahuan keluarga tentang diet diabetes mellitus dengan kadar gula darah pasien. Jurnal Wacan Kesehatan, 4(2), 480. https://doi.org/10.52822/jwk.v4i2.113
UPTD Puskesmas Muara Satu. (2022). Profil UPTD Puskesmas Muara Satu Kota Lhokseumawe Tahun 2022. Puskesmas Muara Satu.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Roslaini, Suriani

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal the right of first publication, and this work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
All articles in this journal may be disseminated by listing valid sources, and the title of the article should not be omitted. The content of the article is liable to the author.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
In the dissemination of articles, the author must declare the Jurnal Kesehatan Akimal as the first party to publish the article.




























