HUBUNGAN KEBIASAAN JAJAN MAKANAN JENIS KARIOGENIK DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI PADA SISWA SD NEGERI 5 GANDAPURA KABUPATEN BIREUEN

Penulis

  • bukhari Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh
  • Nesa Fatna Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh
  • Muttaqin Al Ridha Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh

DOI:

https://doi.org/10.58435/jka.v4i1.161

Kata Kunci:

Makanan Kariogenik, Karies Gigi

Abstrak

Karies gigi merupakan masalah kesehatan global yang signifikan, terutama pada anak usia sekolah, dengan prevalensi tinggi di Indonesia akibat konsumsi makanan kariogenik. Meskipun berbagai upaya pencegahan telah dilakukan, prevalensi karies pada anak masih tinggi, menunjukkan perlunya intervensi yang lebih komprehensif. Penelitian ini esensial untuk memahami secara spesifik dampak pola konsumsi makanan kariogenik terhadap karies gigi pada anak sekolah di wilayah studi, sebagai landasan pengembangan intervensi keperawatan berbasis bukti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Kebiasaan jajan makanan jenis kariogenik dengan kejadian karies gigi pada siswa SD Negeri 5 Gandapura Kabupaten Bireuen. Studi deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional ini melibatkan 59 siswa kelas III, IV, dan V SD Negeri 5 Gandapura Kabupaten Bireuen sebagai sampel (total sampling). Instruen Penelitian berupa kuesioner untuk kebiasaan jajan kariogenik dan lembar checklist observasi serta anamnesis untuk kejadian karies gigi. Metode analisis data dilakukan dengan uji chi-square pada tingkat signifikansi α=0,05. Mayoritas responden memiliki kebiasaan jajan makanan kariogenik yang baik (58%) dan tidak mengalami karies gigi (58%). Hasil analisis bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara kebiasaan jajan makanan jenis kariogenik dengan kejadian karies gigi (p=0,000). Siswa dengan kebiasaan jajan yang baik memiliki peluang 0,068 kali lebih kecil untuk mengalami karies gigi dibandingkan dengan yang berkebiasaan tidak baik. Terdapat hubungan signifikan antara kebiasaan jajan makanan jenis kariogenik dengan kejadian karies gigi pada siswa SD Negeri 5 Gandapura Kabupaten Bireuen. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya program edukasi kesehatan gigi yang lebih terarah, khususnya mengenai pola makan, untuk mencegah karies gigi pada anak sekolah.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Astannudinsyah, A. R., Ruwanda, R. A., & Basid, A. (2019). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Karies Gigi Pada Anak Sekolah Min 1 Kota Banjarmasin. Jurnal Kesehatan Indonesia, 9(3).

Friandi, R. (2021). Hubungan pengetahuan dan pola makan dengan kejadian karies gigi pada anak usia sekolah dasar di SD IT Amanah Kecamatan Sungai Bungkal Kota Sungai Penuh tahun 2019. Journal

Ilmu Kesehatan Dharmas Indonesia, 1(2), 74-81.

Judith, N. I., & Widyastuti, W. (2023). Analisis Tingkat Pengetahuan dan Perilaku Orang Tua terhadap Pencegahan Karies Gigi pada Anak Usia Sekolah. Journal of Health Science (Jurnal Ilmu Kesehatan), 8(2), 435-440.

Kidd, E. A., & Fejerskov, O. (2016). Essentials of Dental Caries. Oxford University Press.

Lestari, N. W., & Fitriana, L. B. (2018). Usia dan frekuensi mengonsumsi makanan kariogenik berhubungan dengan kejadian karies gigi anak. Journal of Holistic Nursing Science, 5(2), 72-78. Moharamzadeh, K. (2018). Diseases and Conditions in Dentistry: An Evidence-Based Reference.

John Wiley & Sons. Mulyati, R., Rohayani, L., & Pratiwi, M. S. (2022). Hubungan Konsumsi Makanan Kariogenik dengan Kejadian Karies Gigi pada Anak Sekolah Dasar: Tinjauan Literatur. Jurnal Ilmiah Keperawatan, 8(3).

Rusnoto, R., Romantis, C. B., Purnomo, M., & Jauhard, M. (2023). Perilaku Menyikat Gigi Dan Konsumsi Makanan Kariogenik Pemicu Karies Gigi Pada Anak. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan, 14(2), 518-527.

Safira, J. R. D., Isnanto, I., & Larasati, R. (2022). Hubungan Pengetahuan Makanan Kariogenik dengan Kejadian Karies Gigi pada Anak (Studi Pada Kelas IV SD Negeri Sedatigede 2 Sidoarjo). Indonesian Journal of Health and Medical, 2(4).

Sirat, N. I., Sanjaya, A. A., & Wirata, I. N. (2017). Hubungan pola jajan kariogenik dengan karies pada siswa sekolah dasar di wilayah kerja Puskesmas III Denpasar Selatan, Bali 2016. Inti Sari Sains Medis, 8(3), 193–197.

Suparmin, P., Sutjipto, T., Yuniarti, Y., Handajani, A. S., & Susanto, E. (2023). Status Karies Gigi pada Anak Usia Sekolah Dasar di SDN Mulyasari 1 dan SDN Sukahurip 1 Kabupaten Tasikmalaya. Jurnal Medikes, 10(1), 133-140.

Vos, T., Abajobir, A. A., Abbafati, C., Abbas, K. M., Abate, K. H., Abd-Allah, F., ... & Murray, C. J. L. (2017). Global, regional, and national incidence, prevalence, and years lived with disability for 328 diseases and injuries for 195 countries, 1990-2016: A systematic analysis for the Global Burden of Disease Study 2016. The Lancet, 390(10100), 1211-1259.

Winahyu, K. M., Turmuzi, A., & Hakim, F. (2019). Risiko Kejadian Karies Gigi Ditinjau dari Konsumsi Makanan Kariogenik pada Anak Usia Sekolah di Kabupaten Tangerang. Faletehan Health Journal, 6(1), 25-29.

Wowor, V. N. S., Wahyuni, R., & Rokot, G. F. Y. (2024). Hubungan Konsumsi Makanan Kariogenik dan Kejadian Karies Gigi pada Anak Usia Sekolah di Desa Wori. e-GiGi, 12(2), 227-232.

Diterbitkan

2025-05-20

Cara Mengutip

bukhari, Fatna, N., & Al Ridha, M. (2025). HUBUNGAN KEBIASAAN JAJAN MAKANAN JENIS KARIOGENIK DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI PADA SISWA SD NEGERI 5 GANDAPURA KABUPATEN BIREUEN. Jurnal Kesehatan Akimal, 4(1), 82–90. https://doi.org/10.58435/jka.v4i1.161