HUBUNGAN ANTARA SELF-EFFICACY DAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS WILAYAH KERJA KOTA LHOKSEUMAWE
DOI:
https://doi.org/10.58435/jka.v4i2.183Abstrak
Penderita diabetes mellitus yang memiliki efikasi diri rendah cenderung merasa tidak berdaya, khawatir terhadap kondisi kesehatannya, dan mengalami penurunan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara self-efficacy dengan tingkat kecemasan pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas wilayah kerja Kota Lhokseumawe. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode cross-sectional. Populasi terdiri dari seluruh pasien diabetes mellitus tipe 2 yang tercatat di Puskesmas wilayah kerja Kota Lhokseumawe sebanyak 276 orang. Sampel berjumlah 161 responden yang dipilih menggunakan simple random sampling dengan bantuan aplikasi OpenEpi dan memenuhi kriteria penderita DIABETES MELLITUS tipe 2. Instrumen yang digunakan meliputi Diabetes Management Self-Efficacy Scale (DIABETES MELLITUSSES) untuk menilai efikasi diri dan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) untuk mengukur tingkat kecemasan. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki efikasi diri rendah (52,8%) dan tingkat kecemasan berat (40,4%). Uji statistik menghasilkan nilai ρ = 0,000 (< α = 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara self-efficacy dan tingkat kecemasan pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas wilayah kerja Kota Lhokseumawe. Disarankan agar pasien lebih aktif mengikuti anjuran tenaga kesehatan serta meningkatkan pengetahuan melalui kegiatan edukasi dan penyuluhan tentang pengelolaan diabetes mellitus tipe 2 guna membantu mengontrol kecemasan terhadap penyakitnya.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Maulida Sari Maulida Sari, Liza Wahyuni

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal the right of first publication, and this work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
All articles in this journal may be disseminated by listing valid sources, and the title of the article should not be omitted. The content of the article is liable to the author.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
In the dissemination of articles, the author must declare the Jurnal Kesehatan Akimal as the first party to publish the article.




























