PENERAPAN TERAPI Virgin Coconut Oil (VCO) DALAM MENGURANGI MILIARIA (BIANG KERINGAT) PADA ANAK
DOI:
https://doi.org/10.58435/jka.v5i1.223Kata Kunci:
Anak-anak, Biang keringat;, irgin Coconut Oil (VCO)Abstrak
Miliaria (biang keringat) adalah kondisi kulit yang disebabkan oleh produksi keringat berlebihan akibat penyumbatan saluran kelenjar keringat. Kondisi ini menyebar ke wajah, dada, lipatan kulit, punggung, anggota tubuh yang tertutup pakaian, serta telapak tangan dan kaki, disertai rasa terbakar dan gatal. Sekitar 80% kasus miliaria di dunia terjadi pada anak-anak, dengan 65% terjadi pada bayi. Prevalensi miliaria di Indonesia mencapai 49,6%, umumnya terjadi pada bayi, terutama di kota-kota besar. Miliaria menempati peringkat ke-7 dari 10 penyakit kulit yang terjadi pada bayi dan balita. Prevalensi penyakit kulit ini tercatat sebesar 6,8% di Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Virgin Coconut Oil (VCO) dalam mengurangi miliaria (biang keringat) pada anak. Metode penelitian ini adalah
deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua orang anak dengan miliaria berusia 0-12 tahun yang sesuai dengan kriteria inklusi. Alat pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Terapi VCO diberikan selama 5 hari berturut-turut dengan dibubuhkan dibagian yang terdapat tanda miliaria. Sebelum dilakukan intervensi, Subjek I mengalami bintik-bintik merah, sensasi terbakar, dan gatal, sedangkan Subjek II mengalami bintik- bintik merah yang menyebar, gatal, terbakar, dan nanah. Setelah intervensi, kondisi kedua subjek membaik, bintik-bintik dan gatal menghilang, dan nanah berkurang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi VCO efektif dalam mengurangi biang keringat pada anak-anak dan dapat digunakan sebagai pilihan intervensi non-farmakologis.
Unduhan
Referensi
Katmono, K., & Ningsih, A. Y. (2021). Efektivitas Virgin Coconut Oil (Vco) Dalam Mengurangi Biang Keringat (Miliaria) Pada Anak. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 9(1), 88–94.
Marliah, M., & Misrawati, M. (2023). Edukasi Penggunaan Pakaian Yang Tepat Untuk Mencegah Biang Keringat Pada Anak. Jurnal Keperawatan Anak, 11(1), 33–41.
Nahira, M., & Syarif, R. (2022). Pengaruh Pemberian Virgin Coconut Oil (Vco) Terhadap Penyembuhan Biang Keringat Pada Bayi. Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak, 6(2), 55–60.
Nurhayati, S., Widya, D. R., & Pratiwi, L. A. (2023). Terapi Farmakologi Dan Non-Farmakologi Dalam Penanganan Biang Keringat. Jurnal Ilmu Kesehatan, 15(3), 112–118.
Rahmad, A. (2019). Perkembangan Anak Usia Dini. Jakarta: Prenadamedia Group.
Sammantha, D. (2019). Pengaruh Virgin Coconut Oil Terhadap Penyembuhan Miliaria Pada Bayi. Jurnal Keperawatan Masyarakat, 5(1), 45–51.
Silaban, M. (2023). Kepatuhan terhadap pengobatan dan kaitannya dengan hasil terapi. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan, 14(2), 67–75.
World Health Organization. (2015). Global Report On Dermatological Diseases. Geneva: WHO Press. Yolandia, R., Anggraini, N., & Susanti, M. (2024). Efektivitas Virgin Coconut Oil Terhadap Penurunan Gejala Biang Keringat Pada Anak. Jurnal Keperawatan Terapan, 8(1), 28–35.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Afrilia Fazrina, Risqina Putri, Popi Lya Destari, Mairoel, Nelly

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal the right of first publication, and this work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
All articles in this journal may be disseminated by listing valid sources, and the title of the article should not be omitted. The content of the article is liable to the author.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
In the dissemination of articles, the author must declare the Jurnal Kesehatan Akimal as the first party to publish the article.




























