HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN DISPEPSIA

Authors

  • Nurromsyah Nasution Universitas Bunda Thamrin
  • Orita Satria Universitas Bunda Thamrin
  • Fitri Apriani STIKES Medika Seramoe Barat
  • Siti Damayanti STIKES Medika Seramoe Barat

DOI:

https://doi.org/10.58435/jka.v5i1.212

Keywords:

Dispepsia, Puskesmas, Stres

Abstract

Dispepsia merupakan salah satu sindrom gangguan pencernaan yang sering dijumpai di masyarakat dan dapat mengganggu kenyamanan serta aktivitas sehari-hari penderitanya. Keluhan dispepsia umumnya ditandai dengan rasa nyeri atau tidak nyaman pada ulu hati, mual, kembung, cepat kenyang, dan rasa penuh setelah makan. Salah satu faktor yang dapat memicu terjadinya dispepsia adalah kondisi psikologis, terutama stres. Stres dapat memengaruhi fungsi saluran pencernaan melalui peningkatan sekresi hormon kortisol yang berperan dalam merangsang produksi asam lambung, sehingga dapat memperberat keluhan dispepsia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan stres dengan kejadian dispepsia di UPTD Puskesmas Cot Kuta Kabupaten Nagan Raya. Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian berjumlah 60 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Penelitian dilaksanakan pada periode 30 Juni sampai dengan 22 Juli 2025. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner DASS 42 untuk mengukur tingkat stres dan kuesioner gejala dispepsia untuk menilai kejadian dispepsia. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara statistik menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami stres sedang sebanyak 28,3% dan stres sangat berat sebanyak 28,3%. Selain itu, mayoritas responden mengalami dispepsia kategori berat sebanyak 56,7%. Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p-value 0,000, yang berarti lebih kecil dari 0,05.  Terdapat hubungan yang signifikan antara stres dengan kejadian dispepsia di UPTD Puskesmas Cot Kuta Kabupaten Nagan Raya. Petugas kesehatan diharapkan dapat meningkatkan edukasi mengenai manajemen stres sebagai salah satu upaya pencegahan kekambuhan dispepsia.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aziz, I., Palsson, O. S., Törnblom, H., Sperber, A. D., Whitehead, W. E., & Simrén, M. (2023). The Prevalence and Impact of Functional Gastroduodenal Disorders According to Rome IV Criteria: A Global Perspective., 38(2), 245-254. Journal of Gastroenterology and Hepatology, 38(2), 245–254.

Black, C. J., Drossman, D. A., Talley, N. J., Ruddy, J., & Ford, A. C. (2020). Functional gastrointestinal disorders: Advances in understanding and management. In The Lancet (Vol. 396, Issue 10263). https://doi.org/10.20473/jpk.v8.i1.2020.55-63.

Black, C. J., & Ford, A. C. (2021). Best Management of Irritable Bowel Syndrome and Functional Dyspepsia. Nature Reviews Gastroenterology & Hepatology, 18(1), 59–77. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0312772.

Drossman, D. A. (2021). Functional gastrointestinal disorders: History, pathophysiology, clinical features, and Rome IV. Gastroenterology Clinics of North America, 50(2), 1–18.

Faturahman, A., & Purwanto, H. (2021). Analisis faktor psikososial pada pasien dispepsia rawat jalan di rumah sakit umum daerah. IJurnal Kedokteran Klinis, 9(2), 88–95.

Ford, A. C., Mahadeva, S., Carbone, M. F., Goh, K. L., & Talley, N. J. (2020). Global prevalence of and risk factors for uninvestigated dyspepsia: A meta-analysis. Gut, 69(12), 2213–2222.

Ibrahim, N. K., Al-Ghamdi, A. S., Al-Ghamdi, M. S., & Al-Zahrani, A. A. (2026). Prevalence of dyspepsia and its association with stress among medical students: A cross-sectional study in an urban university setting. Journal of Health Sciences, 15(2), 45–58.

Kemenkes RI. (2022). Profil Kesehatan Indonesia 2022. Jakarta:Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Konturek, P. C., Brzozowski, T., & Konturek, S. J. (2022). Stress and the gut: Pathophysiology, clinical consequences, diagnostic approach and treatment options. 73(3), 1–15. Journal of Physiology and Pharmacology, 73(3), 1–15.

Li, X., Zhang, Y., & Wang, L. (2021). Occupational stress and gastrointestinal disorders among industrial workers: A contemporary analysis. International Journal of Occupational Medicine and Environmental Health, 34(3), 341–355. https://doi.org/10.13075/ijomeh.1896.01654

Nasution, N., & Syahri, A. (2021). Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Sindrom Dispepsi Pada Remaja Di Pesantren Mawaridussalam Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang. 4(2), 216–220.

Nugrahani, A. P., & Edison, E. (2023). Hubungan tingkat stres dengan kejadian dispepsia pada mahasiswa tingkat akhir di wilayah perkotaan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 18(1), 12–20. https://doi.org/10.14710/jkli.18.1.12-20

Nurromsyah Nasution; Orita Satria. (2023). Pengaruh Pola Diet DASH Terhadap Kejadian Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) Pada Remaja. 6(2), 941–947.

Oshima, T., & Miwa, H. (2021). Epidemiology of functional dyspepsia. Journal of Neurogastroenterology and Motility, 27(3), 347–356.

Piccirillo, Pucinischi, Mennini, Strisciuglio, Lannicelli, & Giallorenzi. (2024). Gastrointestinal Bleeding in Children : Diagnostic Approach. Ital J Pediatri, 50(1), 1–12.

Polit DF, B. C. (2018). Essentials of Nursing Research: Appraising Evidence For Nursing Practice. 9th Editio. Philadelphia: Wolters Kluwer Health.

Putri, A., & Handayani, R. (2023). Hubungan tingkat stres dengan kejadian dispepsia pada usia produktif. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 18(2), 85–92. https://doi.org/10.1007/s10964-025-02135-6

Putri, R. A., & Santoso, B. (2023). Korelasi Tingkat Stres dengan Kekambuhan Dispepsia pada Pasien Rawat Jalan. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 12(1), 88–95.

Sari, M., Firiani, S., & Lesteri, Sri, D. (2022). Stress and the gut: Pathophysiology, clinical consequences, diagnostic approach and treatment options. Journal of Physiology and Pharmacology, 73(3), 1–15.

Savarino, E., Zingone, F., Barberio, B., Di Sabbato, L., Holden, A., Black, C. J., & Ford, A. C. (2021). Functional dyspepsia and irritable bowel syndrome: overlap and common mechanisms. Nature Reviews Gastroenterology & Hepatology, 18(8), 579–593.

Sayuti, M., & Syarif, H. (2024). Psikosomatik dalam Penyakit Dalam: Hubungan Ansietas dengan Sekresi Asam Lambung. Aceh Medical Journal, 8(1), 12–20.

Tan, L., Li, Y. M., Xu, H. R., Le, Z. J., Wang, C. X., & Gao, X. Y. (2024). Stress-induced gut dysbiosis and its role in functional gastrointestinal disorders. World Journal of Gastroenterology, 30(4), 412–425.

Thirunavukkarasu, R., Premkumar, S. J., Ramasamy, K. K., Dahiya, D. S., & Al-Haddad, M. (2022). Association of Anxiety and Depression with Functional Dyspepsia: A Systematic Review and Meta-Analysis. , 20(10), 2210-2222. Clinical Gastroenterology and Hepatology, 20(10), 2210–2222.

Zamani, M., Alizadeh, S., Kadkhoda, H., & Esmaeilzadeh, B. (2021). Zamani, M.(2021). Psychological factors in functional gastrointestinal disorders: A systematic review and meta-analysis. The Lancet Gastroenterology & Hepatology, 6(9), 1–10.

Zhang, Y., Chen, L. H., Liu, W. D., & Wang, J. P. (2025). New Insights into the Brain-Gut-Microbiota Axis in Functional Dyspepsia. Frontiers in Psychiatry, 16(Article), 108234.

Downloads

Published

2026-04-30

How to Cite

Nasution, N., Satria, O., Apriani, F., & Damayanti, S. (2026). HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN DISPEPSIA . Jurnal Kesehatan Akimal, 5(1), 64–72. https://doi.org/10.58435/jka.v5i1.212

Similar Articles

1 2 3 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.